Pesan Pendek


Hujan turun sore ini.
Hujan kali ini berbeda, dia mengenal baik pohon, jalan, dan selokan.
Kau tak kan pernah mendengarnya meskipun kau tutup jendela dan pintu.

Sore ini aku mengirimi Pesan Pendek kepada kawanku.
Tentang Aku dan Masa Lalu
Bagaimana Pendapatmu? Kataku.

Sebelum dia menjelaskannya padaku,
Dia menanyakan satu hal; kayaknya lagi naksir seorang gadis nih ? katanya. sambil emote smile.
Haha iya ; kataku sambil tersenyum dilayar gadget
Tak apa, aku hanya bertanya, ternyata kau sudah normal juga JYHAHA, Sambil tertawa terpingkal-terpingkal.

Dan hujan sore ini pun semakin menjadi-menjadi.
Seperti rintik-rintik rindu tak kunjung sampai.

Akhirnya Dia mengirim Email kepadaku. Sampai-sampai aku, hujan, pohon, jalan, dan selokan larut dalam sabda-sabdamu.

       Setiap orang memiliki masa lalu, baik masa lalu baik ataupun buruk. Setiap hal masa lalu tidak pernah ada yang bisa di ubah, masa depanlah yang bisa di ubah. Percayalah, di dunia ini hampir semua orang memakai topeng. Termasuk Kamu, untungnya aku tidak mudah percaya dengan topengmu.
     
     Dan kamu tahu bagaimana rasanya berdamai dengan masa lalumu? Mungkin sama rasanya ketika kamu menceritakan tentang dirimu sendri dengan leluasa kemudian aku bisa menerima. Tidak hanya kamu sebagai jasad, tapi juga dengan masa lalumu. Kamu mengakui kesalahamu itu sebuah langkah baik.
     
     Dan percayalah, sekali kamu membuka topengmu ke hadapan orang yang kamu cintai dan kamu percaya, bila dia benar menerimamu, dia akan membuka topengnya pula di hadapanmu. Sehingga kalian benar-benar akan saling mengenal dan memiliki ruang privasi yang lebih besar. 
Bukankah sangat sulit bagi kita untuk mengizinkan orang lain masuk ke dalam diri kita?
    
    Jika kamu memang mencintai dia, ceritakanlah masa lalumu dengan lengkap. Di dunia ini banyak sekali orang baik dan orang yang bisa menerimamu, Percayalah, Aku tidak ingin kamu membohongi dia. Bila di tengah perjalanan dia tahu kamu sebenarnya, hal buruk bisa saja terjadi. Lebih baik tahu sejak awal, kan?
  
   Manusia seperti kita ini pandai sekali bersikap manis, bersikap baik. Menyembunyikan diri di balik jas berdasi dan baju koko. Menyembunyikan dosa dibalik kopiah dan gelang tasbih. Manusia selalu dilanda ketakukan, takut bila orang lain mengenalnya. Takut bila orang lain mengetahui aibnya. Hidup seperti ini sungguh memuakkan, bukan? Dan kamu sudah menjalaninya.

   Bila benar perempuan itu baik. Dia akan melihat masa depan dan memaafkan kesalahanmu. Sejauh kamu memang benar-benar bertikad baik. Di dunia ini masih banyak orang baik. Sayangnya ikut-ikutan bersembunyi. Kau bisa menemukan mereka, asal kamu pun menjadi baik. Jika kamu hanya berpura-pura baik, maka kamu akan bertemu dengan orang yang juga pura-pura baik. Tidak mau, kan?
Dan aku perempuan, Perempuan lebih suka yang datang dan membicarakan masa depan, bukan masa lalu.
 
Hujan melamun cukup lama.
Hujan Bulan Desember ini cukup tahu benar membedakan,
perasaan nya ketika telah jatuh dipohon, jalan, dan selokan.
Sabda dari mu, menyihir hujan hari ini.
Termasuk Aku.


-Desember-

















 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAAT INI

Rahasia Perempuan

Menjelang Kelahiran