SAAT INI
Saat Ini.
Jalanan Jakarta hari ini tetap sama seperti ombak dilautan. Kupandang ke sana melihat isyarat-isyarat rambu-rambu lalu lintas dan Kupandang semesta ketika kau memijar dalam kata terbentur menjelma gema. Siang sibuk diluar sana.
Saat Ini.
Aku pun menunggu bis di depan halte dan aku memikirkan sesuatu.
Sebagai Manusia, Kita mengalami banyak sekali perasaan dunia ini. Perasaan khawatir, cemas, bahagia, kehilangan, sedih, cinta, dan sebagainya. Dan manusia seperti kita sering meminta kesempatan meski kemudian melepaskannya berkali-kali pula. Meminta ini dan itu kepada Tuhan Semoga terjadi, Semoga dimaafkan. Meminta perpanjangan waktu atas urusan-urusan kita yang tak kunjung selesai di batas waktu.
Sebagai manusia, kadang dan sering terjadi adalah susah mengatur waktu dirinya sendiri. karena waktu adalah hal yang paling susah diajak berkompromi bahkan nyaris tidak bisa. Bahkan waktu juga adalah sebuah hal yang paling susah dimengerti, tidak bisa ditebak ke mana arahnya. Seperti Kamu.
Saat ini Aku bersyukur mengenalmu.
Aku pernah bilang kan:
Bersamaku, kamu tidak perlu repot-repot berdandan berjam-jam. Toh make-up mu akan kalah oleh hujan. Kita akan hujan-hujanan. Toh make up mu akan hilang dibasuh wudhu. Sederhana saja, kan lebih enak.
Bersamaku, kamu tidak perlu takut berbuat aneh. tidak perlu repot mengatur diri agar terlihat anggun. Aku tidak sedang berjalan model di catwalk, kan ? Sederhana saja kan lebih nyaman.
Bersamaku, kamu tidak perlu takut untuk kentut atau izin ke belakang lama-lama. Namanya juga manusia. Kalau ditahan nanti masuk rumah sakit. Sederhana saja. Keterbukaan lebih menenangkan,
Bersamaku, kamu tidak perlu repot makan bergaya eropa. Kita akan makan dimanapun. Selama halal, bersih, dan sehat. bukan kah aku pernah mengajakmu bersama (Makan Sause Kepiting :) ) tapi belum tercapai. Tunggulah. dan kita bisa bercanda sesekali dalam jeda. Sederhana saja kan lebih asyik.
Bersamaku, kamu tidak perlu takut kalau tidak bisa masak. Tidak perlu takut kedepannya tidak bisa mengurusku. Kan tugaskulah mengurusmu. Menjamin kehidupanmu sebagaimana yang akan aku janjikan kepada orang tuamu nantinya. Bersabarlah.
Bersamaku, kamu tidak perlu takut untuk menjadi dirimu sendiri. Kamu boleh marah, kamu boleh kesel, kamu boleh menangis, dan menceritakan kepadaku. Selama kamu tidak berlarut-larut berdiam diri. Yang terpenting ceritalah supaya hatimu tidak merasa larut terlalu lama. Sederhana saja kan? Saling bicara lebih menentramkan.
Bersamaku, kamu tidak perlu takut kehilangan teman. Teman-teman baikmu ajaklah kemari, kenalkan padaku. Aku akan menjadi teman baik mereka juga, Agar kita bisa berkumpul bersama-sama dengan mereka di waktu luang.
Bersamaku, semua hal yang kamu takutkan tidak perlu kamu takutkan lagi. Sederhana, kan? Aku hanya ingin menghilangkan ketakutanmu ketika sendiri,
Kamu pernah bilang; Kan aku biasa aja, cantik ya engga, kenapa kamu suka aku?
Baiklah Aku akan jawab;
Saat Ini. Kalau aku mencari yang cantik, mudah sekali karena hari ini para perempuan berlomba untuk tampil cantik. Lalu ketika semua perempuan sudah terlihat cantik, apalagi yang yang aku cari? Dan selalu akan ada yang lebih cantik, selalu akan lahir pula yang semakin cantik.
Bila sudah demikian, apalagi yang aku cari? Bukan kah cantik itu akan kalah oleh waktu? Kecantikan itu akan kalah oleh terik matahari dan hujan deres, kalah oleh debu jalanan dan asap kendaraan. Cantik itu mudah sekali dikalahkan dan perempuan selalu merasa tidak aman bila ada yang lebih cantik darinya. Itu yang aku amati saat ini.
Kamu tahu apa yang bertahan dan bisa mengalahkan waktu?
Namanya Kebaikan Hati. Kebaikan yang akan terus hidup dan semakin memesona setiap orang yang tersentuh hatinya. Kalau semua sudah tampak cantik, apalagi yang aku cari selain kebaikan hati?
Kebaikan yang bisa menggema hingga kehidupan anak cucu nantinya. Kebaikan yang membuat cemburu seluruh bidadari. Mengapa masih mencari yang cantik dan lebih cantik lagi? dan hal itu tidak akan pernah habisnya, kan?
Dan Akhirnya bis ku datang.
Aku duduk tepat disamping jendala.
Lalu aku melihat angin berbisik kepada daun jatuh
yang tersangkut di kabel telpon itu
"Aku Sayang Kamu"
Sama hal nya diriku.
Komentar
Posting Komentar