Aku, Kamu, dan Dia
Aku, Kamu, dan Dia.( Kami berdiskusi perihal Kata Cinta)
Dia; Lahir dengan zaman berbeda membuat orang tua dan anak memiliki cara pandangan hidup yang berbeda. Pemahaman terhadap sesuatu hal pun menjadi berbeda. Suatu hari aku medengar keluhan temanku tentang orang tuanya yang begitu mencemaskan keberadaannya, selalu menahannya pergi jauh, menahan tidak mengikuti organisasi eksternal kampus, karena takut mengganggu pelajaran dikampus.
Kamu; Karena Kata cinta antara orang tua dan anak memiliki makna yang berbeda, sehingga menjadikan wujud cinta pun menjadi berbeda. Mungkin hanya sedikit bentuk cinta yang orang tua tahu. Mungkin hanya itu cara yang mereka tahu untuk menunjukkan cintanya atau mungkin menurut mereka itulah bentuk cinta terbaik dari segala bentuk cinta yang ada.
Aku; Iya Kalian benar, Orang tua kita yang selalu menyuruh pulang ke rumah sebelum pukul 9 malam, mereka yang selalu menanyakan kemana kamu pergi, dengan siapa, dan pulang jam berapa.
Orang tua yang tidak mengizinkanmu mendaki gunung yang tinggi. Dan tidak mengizinkanmu pergi dengan laki-laki berdua. Orang tua yang tidak memberikanmu HP secanggih saat ini. Orang tua yang selalu menyuruhmu sholat tepat waktu karena menurut mereka ketika kamu tidak tepat waktu dalam beribadah kepada tuhan, maka kamu tidak akan pernah tepat waktu mengerjakan hal-hal yang lain. Orang tua yang selalu marah-marah ketika targetmu di kampus belum terselesaikan, seperti tugas menumpuk, hafalan belum menyampai target, dan Orang tua yang selalu menyuruh begini dan begitu.
Memang benar Pemahaman Terhadap Cinta kita mempunyai sudut padang masing-masing. Tapi menurutku; Cinta tidak selalu bermakna menjadi tindakan yang menyenangkan, tidak pernah selalu menjelma menjadi hal-hal yang membahagiakan. Justru cinta hadir dalam bentuk kepedulian dan kekhawatiran yang sering kita keluhkan.
Setelah itu cinta akan menjadi wujud keikhlasan. Membiarkanmu pergi dalam hidup barumu dengan seseorang, membiarkanmu pergi tanpa sedikit pun menahanmu untuk tetap bersama mereka. dan cinta akan menjadi wujud-wujud yang berulang saat kita menjadi orang tua karena kita telah belajar bentuk cinta yang mungkin dulu kita benci.
Hari itu, iya hari dimana kita menjadi orang tua, kita akan benar-benar tahu bahwa cinta benar-benar tidak sempat menjadi kata-kata karena semua telah menjadi tindakan.bukankah begitu?
Kamu berdua menatap lama melihatku sampai-sampai sepasang burung, jalur-jalur kawat, langit semakin tua dan waktu hari semakin lengkap menunggu senja putih dan aku pun memandangnya setia sampai habis semua senja.
-Desember-
Komentar
Posting Komentar