Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Berjalan Ke Barat Waktu sore Hari

Waktu Aku berjalan ke barat di sore hari berjalan; di waktu sore matahari hampir tergelincir. dan ada kamu disana. Waktu Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri Matahari yang diatas seolah berbisik. "Itu orang nya yang kamu maksud" timpalku "iya" cantik bukan seperti Bunga Matahari. Dan Waktu Aku dan Matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami; yang berhak mendapatkanmu Akhirnya aku mengalah; karena mataharilah yang telah menciptakan bayang-bayangmu sore itu. Dan Waktu Aku Dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami; yang berhak mendapatkanmu Akhirnya aku mengalah juga; karena bayanganlah yang harus berjalan di depan, bukan begitu? Dan Aku masih tetap sama mengagumimu dibalik bayang-bayang dan matahari yang telah mengikuti kita sore itu.  

Mereka

Mereka yang membencimu, mengatakanmu begini dan begitu, disaat itu pula, ada orang yang tetap percaya kepadamu. Tetap menganggapmu teman yang baik dan orang yang amanah. Tetap menganggapmu hangat dan bijak. Tetap tersenyum kepadamu dan siap mendengarkan apapun yang kamu ceritakan. Mereka yang membencimu mungkin hanya tidak tahu dan tidak bisa melihat sisi baikmu. Mereka tidak tahu. Mereka yang selalu meninggalkanmu mungkin hanya tidak tahu cara terbaik menunggumu. Mereka telah berupaya tepat waktu, sayangnya kamu buru-buru. Mereka yang tidak memberikanmu kesempatan, mungkin hanya tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan keinginannya kepadamu, tidak bisa mengutarakannya di depanmu. Kelu lidahnya saat bertemu. Mereka yang menyakitimu saat ini, mungkin hanya tidak tahu dan tidak mengerti masalahmu yang lain. Hingga terlalu banyak hal yang kamu pendam di hati dan menyakiti dirimu sendiri. Mereka hanya tidak mengerti, dan kamu pun tidak memberikan pengertian. Dan yang ter...

DI RESTORAN 2

Setelah lama menunggu. Aku berangkat menuju parkiran. dan bayang-bayangmu masih mengikuti. dan telah sampai di motor, aku mengambil helm dan secara spontan aku memberikan ke belakang "nih pakek biar kita aman di perjalanan" ternyata memang kamu tidak ada di belakangku ilusi selalu saja ingin bermain denganku. dan waktu selalu saja meledekku. faktanya; waktu sanggup mengubah seseorang dalam sekejap termasuk perasaan. Di Perjalanan Pulang. Aku menikmati sekali rintikan-rintikan kecil ini. dan aku yakin hujan sore ini mengerti perasaaanku. Benar kata angin; Jangan dulu membawa bertemu ibu-bapak. Lebih baik kenali dulu pribadinya. dan Daun yang jatuh pun membalas; Jika Kehilangan adalah sesuatu yang pasti Maka kamu harus siap untuk menghadapinya. Rintikan-rintikan ini tidak lagi kecil. Semakin deras; dan aku lupa memakai jas hujan tapi ntah mengapa aku senang karena dialah yang menemani aku pulang sampai-sampai aku jatuh. jatuh sakit. karenamu....

Aku, Kamu, dan Dia

Aku, Kamu, dan Dia. ( Kami berdiskusi perihal Kata Cinta) Dia; Lahir dengan zaman berbeda membuat orang tua dan anak memiliki cara pandangan hidup yang berbeda. Pemahaman terhadap sesuatu hal pun menjadi berbeda. Suatu hari aku medengar keluhan temanku tentang orang tuanya yang begitu mencemaskan keberadaannya, selalu menahannya pergi jauh, menahan tidak mengikuti organisasi eksternal kampus, karena takut mengganggu pelajaran dikampus. Kamu; Karena Kata cinta antara orang tua dan anak memiliki makna yang berbeda, sehingga menjadikan wujud cinta pun menjadi berbeda. Mungkin hanya sedikit bentuk cinta yang orang tua tahu. Mungkin hanya itu cara yang mereka tahu untuk menunjukkan cintanya atau mungkin menurut mereka itulah bentuk cinta terbaik dari segala bentuk cinta yang ada. Aku; Iya Kalian benar, Orang tua kita yang selalu menyuruh pulang ke rumah sebelum pukul 9 malam, mereka yang selalu menanyakan kemana kamu pergi, dengan siapa, dan pulang jam berapa. Orang tua y...

Pesan Pendek

Hujan turun sore ini. Hujan kali ini berbeda, dia mengenal baik pohon, jalan, dan selokan. Kau tak kan pernah mendengarnya meskipun kau tutup jendela dan pintu. Sore ini aku mengirimi Pesan Pendek kepada kawanku. Tentang Aku dan Masa Lalu Bagaimana Pendapatmu? Kataku. Sebelum dia menjelaskannya padaku, Dia menanyakan satu hal; kayaknya lagi naksir seorang gadis nih ? katanya. sambil emote smile. Haha iya ; kataku sambil tersenyum dilayar gadget Tak apa, aku hanya bertanya, ternyata kau sudah normal juga JYHAHA, Sambil tertawa terpingkal-terpingkal. Dan hujan sore ini pun semakin menjadi-menjadi. Seperti rintik-rintik rindu tak kunjung sampai. Akhirnya Dia mengirim Email kepadaku. Sampai-sampai aku, hujan, pohon, jalan, dan selokan larut dalam sabda-sabdamu.         Setiap orang memiliki masa lalu, baik masa lalu baik ataupun buruk. Setiap hal masa lalu tidak pernah ada yang bisa di ubah, masa depanlah yang bisa di ubah. Percayalah, di du...