Postingan

Percakapan Malam

Rembulan berkata "Tutup matamu dan tidurlah. Biar aku yang jaga malam" Lampu Lalu lintas berkata "Sudah sampai mana, biar aku yang menertibkannya" Pohon yang rindang berkata "Jangan takut hawa malam, biar aku yang menjadi selimut malam mu" Jejak kaki berkata "Tak apa berjalanlah tanpa mengenal lelah, perjalanan mu masih panjang, biar aku yang jadi saksimu" Waktu berkata "jangan khawatir dan jangan sedih aku hanya sementara, kalianlah abadi, tetaplah bergerak.Bukankah akan ada waktunya istirahat, bukan? Angin malam berkata "Aku siap jadi tempat curhat mu malam ini, nanti akan kuceritakan kepada malam, dan aku sampaikan pada yang kau tuju. Penjual nasi goreng berkata "Mas, hidup itu mudah, sing penting ikhlas menjalani hidup ini, bukannya Tuhan berkata barang siapa yang ingin menempuh jalan-Nya, akan di mudahkan oleh-Nya, begitulah mencari rezeki, usaha dan doa itu kuncinya. Kaki berkata "Sudah lelah, rehat...

Untuk Kamu Yang Aku Suka

Kita pernah duduk bersama-sama di bumi yang sama. Meski kita duduk sendiri-sendiri di kursi masing-masing. Kita pernah berpapasan di suatu organisasi ketika menikmati sore hari. Kita bergerak seperti daun-daun yang jatuh. Tidak mampu menggerakkan dirinya sendiri. pasrah dihempaskan angin ke manapun membawanya pergi. Kita bergantung pada takdir, percaya bahwa kita akan jatuh di tempat yang sama. Meski kemungkinan nya sangat kecil, dan Kita percaya itu sangat mudah bagi Tuhan. Perjalanan kita masih panjang. Setiap langkah kaki kita akan mendekatkan kita. Jangan berhenti dan terus berdoa. Aku akan menjadi hujan bila kamu mau. yang turunnya bisa kamu kehendaki sesuka hatimu. yang bentuknya bisa kamu pilih sendiri; gerimis kecil, hujan sedang, atau badai petir. Aku akan menjadi hujan sesuka hatimu, termasuk kapanpun kamu ingin hujan berhenti. Aku akan menjadi matahari bila kamu mau. yang hangatnya bisa kamu kehendaki sesuka hati. bila butuh terik untuk mengeringkan jemu...

SAAT INI

Saat Ini. Jalanan Jakarta hari ini tetap sama seperti ombak dilautan. Kupandang ke sana melihat isyarat-isyarat rambu-rambu lalu lintas dan Kupandang semesta ketika kau memijar dalam kata terbentur menjelma gema. Siang sibuk diluar sana. Saat Ini. Aku pun menunggu bis di depan halte dan aku memikirkan sesuatu. Sebagai Manusia, Kita mengalami banyak sekali perasaan dunia ini. Perasaan khawatir, cemas, bahagia, kehilangan, sedih, cinta, dan sebagainya. Dan manusia seperti kita sering meminta kesempatan meski kemudian melepaskannya berkali-kali pula. Meminta ini dan itu kepada Tuhan Semoga terjadi, Semoga dimaafkan. Meminta perpanjangan waktu atas urusan-urusan kita yang tak kunjung selesai di batas waktu. Sebagai manusia, kadang dan sering terjadi adalah susah mengatur waktu dirinya sendiri. karena waktu adalah hal yang paling susah diajak berkompromi bahkan nyaris tidak bisa. Bahkan waktu juga adalah sebuah hal yang paling susah dimengerti, tidak bisa ditebak ke mana arahnya...

Di Tangan Yang Tepat

Sesuatu menjadi lebih berharga dan bernilai jika berada di tangan yang tepat. Bukankah begitu?      Hal apa pun menjadi begitu terjaga dengan baik bila berada di tangan yang tepat. Pernahkah kita bertanya-tanya terhadap diri sendiri , kira-kira apa yang bisa dikerjakan oleh tangan kita dan menjadi sesuatu yang begitu mengagumkan?      Tidakkah kita belajar dari orang lain? Pena yang sama dengan yang kita pegang, ketika berada di tangan Buya Hamka, Habiburrohman El-shirazy, Raditya Dika, dan penulis-penulis hebat lainnya menjadi pena yang melahirkan begitu banyak tulisan-tulisan memesona. Tulisan yang menggetarkan, tulisan yang menyentuh, tulisan yang terus hidup meski pena itu telah hilang atau penulis itu telah mati. Di tangan kita, mungkin pena sekedar menjadi alat corat-coret atau hanya media mengerjakan tugas kuliah.     Termasuk Bola, bola yang sama dengan yang kita mainkan, bila dimainkan para pesebak bola profesional, bola ...

HIDUP LAKI-LAKI

Laki-laki betapa sibuknya memikirkan perempuan.  Sadari, aku sebagai laki-laki sibuk mencari pendamping, yakni perempuan yang baik. Ketika sudah berkeluarga sibuk mencari nafkah, demi membahagiakan perempuannya dan anak-anaknya . Dan lelah dan capeknya bekerja sepanjang siang, kepada perempuan pula dia pulang. Dan kepada pangkuan dan senyum hangat yang menjadi penawar lelah kerja seharian. Laki-laki betapa sibuknya memikirkan perempuan. Memastikan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Bertanggung jawab atas surga dan nerakanya. Seolah-olah hidup adalah memastikan bahwa perempuan yang dia sayangi baik-baik saja. Tidak lecet sedikit pun kulitnya dan tidak terlukai sedikit pun hatinya. Laki-laki betapa sibuknya memikirkan perempuan. Laki-laki memikul tanggung jawab kepada empat perempuan (ibu, istri, saudara perempuan, dan anak perempuan) di akhirat. Memastikan bahwa dia telah menjaga keselamatan empat perempuan tersebut. Di dunia ini, dia memastikan pula keempat perempuan ...

Jangan Pernah Mencari Aku, Karena Aku Tidak Sempoerna (Rokok)

Jika saja kamu mencari yang yang sempurna, kamu tidak akan menemukanku sama sekali. Sekalipun itu menghabiskan waktumu, lelah jalanmu, hingga hilang nafasmu. Kamu tidak akan menemukanku sama sekali. Kau berbisik, lalu berteriak, mencari-cari padahal aku berada disebelahmu, tapi kamu mencari yang tidak ada disisimu. Sesuatu yang sebenarnya kamu sendiri tidak tahu apa dan siapa, dimana dan bagaimana. Jika kamu yang mencari sempurna, tentu kamu tidak akan menemukanku. Sekalipun aku berlalu lalang di sekitarmu, kamu tidak akan bisa menemukanku. Karena matamu menuju ke tempat-tempat jauh, ke tempat-tempat yang kamu sendiri tak berani mendekatinya. Kamu mencari sesuatu yang ada di langit. Ribuan bintang yang jauh dan kamu melupakan senter kecil yang sedari tadi kamu genggam padahal cahayanya lebih terang di dekatmu. Kamu tidak akan pernah bisa menemukanku sekalipun aku duduk manis disebelahmu, sekalipun satu organisasi denganmu, dan duduk berbincang manis di bawah pohon-pohon randu. Ka...

Rahasia Perempuan

 Di perjalanan pulang, dari jombang ke jakarta, Gua menggunakan transportasi kareta api, dan memakan waktu 12 jam lebih. Jujur menurut gua perjalanan jauh menggunakan transportasi kareta sungguh menyenangkan. Kenapa bisa begitu? Karena kita tidak tahu akan duduk bersama siapa, asal usul nya, dan lulusan mana dsb. Dan gua pasti bersyukur banget kalo duduk disamping atau di depan gua itu cewek. hahaha (yang pernah merasakan hal seperti ini gua yakin dia paham) Liburan gua di jombang bisa gua akui hanya sebentar dan waktu yang sangat padat. dan gua memanfaatkan waktunya dengan mendaki gunung bersama teman-teman, Dan sungguh menyenangkan setelah lama gua udh gak naek gunung lagi. yah kalo ditanya capek ya pasti capek  bingitssss, sama kayak perasaan gua ke lu, capek digantung dan diabaikan terus haha. Lanjut cerita alhamdulillah gua duduk disamping cewek cantik dan manis jugaa, but masih manisan kamu sebenarnya, sayangnya ini udh tua (ibu-ibu mksdnya) tapi yang gua kagumin sa...