Di Tangan Yang Tepat
Sesuatu menjadi lebih berharga dan bernilai jika berada di tangan yang tepat. Bukankah begitu? Hal apa pun menjadi begitu terjaga dengan baik bila berada di tangan yang tepat. Pernahkah kita bertanya-tanya terhadap diri sendiri , kira-kira apa yang bisa dikerjakan oleh tangan kita dan menjadi sesuatu yang begitu mengagumkan? Tidakkah kita belajar dari orang lain? Pena yang sama dengan yang kita pegang, ketika berada di tangan Buya Hamka, Habiburrohman El-shirazy, Raditya Dika, dan penulis-penulis hebat lainnya menjadi pena yang melahirkan begitu banyak tulisan-tulisan memesona. Tulisan yang menggetarkan, tulisan yang menyentuh, tulisan yang terus hidup meski pena itu telah hilang atau penulis itu telah mati. Di tangan kita, mungkin pena sekedar menjadi alat corat-coret atau hanya media mengerjakan tugas kuliah. Termasuk Bola, bola yang sama dengan yang kita mainkan, bila dimainkan para pesebak bola profesional, bola ...