Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Ada Kalanya

A da kalanya dalam sibuknya aktifitas kita, kita merasa kosong, hampa, lantas bertanya, untuk apa semua ini kita lakukan.  A da kalanya dalam sepinya hari yang kita jalani, kita merasa lelah, capek lantas bertanya ke mana perginya orang-orang. A da kalanya kita ingin sendiri, iya benar-benar sendiri. Ada kalanya ingin di temani, sayangnya, tidak semua orang mampu mengerti keadaan kita, terutama keadaan hati. Ada kalanya kita ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan. Kita hanya ingin seperti itu meski tanpa alasan. A da kalanya kita sibuk dengan pikiran kita sendiri, menertawakan kesendirian kita yang begitu mencekam. Betapa mengerikan pikiran orang yang mencekam. A da kalanya kita berpikir merasakan enaknya hidup seperti dia dan mereka. A da kalanya kita ingin tahu tentang tentang banyak rahasia sampai kita lelah. Dan hidup adalah kala adanya kita. dunia ini berubah. Tuhan tidak bercanda saat dia menciptakan kita sementara kita menjalani hidup dengan ber...

MENCINTAI JATUH

Dalam hidup, ada hal-hal yang tak pernah kita rencanakan justru yang terjadi. Bisa jadi dalam perjalanan hidup ini, kita memiliki rasa terhadap sesuatu, terhadap sesorang. Ada rasa kecewa terhadap keadaan yang sedang berjalan, ada rasa benci terhadap orang yang menurut kita mengecewakan, ada rasa cinta pada seseorang yang menawan.  Apa yang sedang terjadi dan sedang berjalan saat ini, tidak serta merta membuat masa depan kita berjalan seperti dugaan. Kita jatuh cinta pada seseorang tidak akan membuat masa depan kita pasti dengan orang tersebut. Kita kecewa pada keadaan juga tidak lantas membuat masa depan kita berantakan.  Seluruh hidup kita kadang harus acak-acakan, harus banyak lubang, terluka disana sini. Agar kita tahu bagaimana rasanya dibenci, ditinggalkan, ditipu, diolok-olokan, diasingkan, dibiarkan, dan di PHP kan :) Agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang merusak cerita hidup orang lain. Karena hidup adalah sekumpulan ujian. Hidup adalah belajar tentan...

Sendiri

Pagi tadi Kudengar, di luar sana mereka berlomba-lomba meraih perhatianmu. Satu persatu mengutarakan maksud dan tujuan nya. Dan anehnya, tak satupun dari mereka yang kau terima. Lantas, siapa yang telah mengisi hatimu? Apakah benar kau masih sendiri? Kulihat, kau begitu pandai menjaga diri. Kulihat, kau begitu antusias mempersiapkan diri untuk mencari ilmu dari beberapa guru. Kudengar, dari teman dekat mu, bahwa kau masih sendiri , tapi aku tidak segampang itu percaya. Di lain waktu, kau terlihat begitu mengagumkan saat bermain dengan anak-anak. Dan kulihat tidak ada siapa-siapa di dekatmu atau bersamamu. Apakah benar kau masih sendiri? Lantas siapakah orang yang selalu kau sebut dalam do'amu? Bila tidak ada siapa-siapa disana, apa yang membuatmu memiliki dinding yang begitu tinggi sehingga tidak ada yang pernah sampai mencapainya. Lalu, kucari tahu dari setiap teman dekatmu. Siapa yang sedang kau tunggu. Mereka menjawab : Kehadiranku. Benarkah???

Seseorang Yang Nanti Datang

Iya Kamu Pasti Datang... Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik dan bagus di jadikan renungan di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin sekali mengubur masa lalunya , Iya kan?? Aku juga sebenarnya ingin sekali mengubur masa lalu ku yang sangat kelam tetapi itu bagian dari kisah-kisahku yang nantinya akan ku ceritakan kepadamu, iya kamu...Kamu yang pasti datang ntah kapan?  Mungkin seseorang yang datang kepadamu, juga ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan. Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan ...

Menjalani Hidup Kita Saat Ini

Bagaimana kiranya rasanya menjalani hidup di tempat orang lain, menjalani hidup seperti seseorang yang kita kagumi, memiliki bakat seperti yang dimiliki orang lain, menjalani kuliah di almamater terbaik di negeri ini seperti UI, UGM, ITB, dan bukan di tempat kuliah yang ku jalani saat ini.  Rasa penasaran itu sering muncul dalam hari hari kita. Setiap mata kita memandang kagum dan takjub pada orang lain. Bagaimana rasanya?? Bagaimana bila kita bukanlah kita, bisa jadi kita berada dalam tubuh orang lain. Menjadi seseorang yang lain, menjalani hidup yang sepertinya terlihat begitu menyenangkan. Kita tidak harus bersusah payah pusing dan galau memikirkan ujian di jurusan kuliah yang kita sendiri tidak tertarik menjalaninya. Kira-kira bagaimana rasanya?? Sepertinya menyenangkan. Kita bisa jadi terlalu sibuk memikirkan bagaimana rasanya menjadi orang lain. Kesibukan itu membuat kita lupa merasakan setiap detail apa yang telah kita alami. Sesuatu yang seharusnya menjadi pembel...

AKU (TIDAK) PEDULI

Aku bohong sebenarnya. Aku bohong ketika aku bilang aku peduli, aku hanya ingin terkenal seperi orang-orang pandai bersilat lidah tampil disana sini dengan pedenya dan tampil yang elegan, kalaupun aku mati saat berdemostrasi, aku akan dipanggil sebagai pahlawan sejati. Tak peduli aku sedang berlari menghindar, ngopi di warung, rokok disana sini, atau sekedar numpang nampang pesona. Asal ada panah nyasar atau pentungan salah alamat dan aku mati, aku mati tetaplah dijuluki seorang pahlawan. Aku bohong ketika aku ditanya oleh mu bagaimana keadaanku?, aku pun menjawab aku baik-baik saja pada kenyataan tidak, karena aku tidak ingin membuatmu merasa cemas. Aku pun selalu menghindari chatan dari mu karena aku (tidak) peduli sama kamu.Seandainya kamu tahu  AKU sebenarnya (TIDAK) PEDULI